Portal Informasi & Berita Resmi RS Sentosa
RS Sentosa
Sentosa Post
Portal Media & Informasi Resmi Rumah Sakit Sentosa

Sering Tidur Larut Malam? Waspadai Dampaknya bagi Kesehatan

19 Sep 2026 Ditulis oleh Admin 3x dibaca
Sering Tidur Larut Malam? Waspadai Dampaknya bagi Kesehatan
Bogor, 19 September 2026 — Begadang mungkin sudah menjadi bagian dari rutinitas sebagian orang, baik karena pekerjaan, belajar, aktivitas digital, maupun kebiasaan tidur yang tidak teratur. Namun, jika dilakukan berulang dan menyebabkan waktu tidur tidak mencukupi, kebiasaan tersebut dapat memengaruhi fungsi otak sekaligus kesehatan tubuh secara keseluruhan loh! Tidur bukan sekadar waktu untuk beristirahat. Saat tidur, tubuh menjalankan berbagai proses penting untuk mendukung fungsi otak, pemulihan fisik, pengaturan metabolisme, hingga sistem kekebalan tubuh. Kekurangan tidur dapat menyebabkan seseorang merasa lelah, mengantuk, sulit berkonsentrasi, lebih lambat bereaksi, serta mengalami gangguan dalam mengingat dan mengambil keputusan. Apa yang Terjadi pada Otak Saat Sering Begadang? Kurang tidur dapat memengaruhi kemampuan otak dalam menjalankan berbagai fungsi kognitif. Seseorang dapat mengalami penurunan konsentrasi, kesulitan mengingat informasi, lebih lambat dalam merespons, serta lebih mudah melakukan kesalahan. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengendalikan emosi dan menghadapi perubahan atau tekanan sehari-hari. Tidur juga memiliki peran dalam proses belajar dan pembentukan memori. Karena itu, kebiasaan mengurangi waktu tidur secara terus-menerus bukan hanya menyebabkan kantuk pada siang hari, tetapi juga dapat berdampak pada kemampuan seseorang untuk menjalankan aktivitas secara optimal. Tidak Hanya Otak, Tubuh Juga Bisa Terdampak Dampak kurang tidur dapat melibatkan berbagai sistem tubuh. Kekurangan tidur yang berlangsung terus-menerus dikaitkan dengan peningkatan risiko sejumlah masalah kesehatan, termasuk obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan stroke. Tidur juga berperan dalam pengaturan hormon yang berkaitan dengan rasa lapar dan kenyang serta membantu tubuh mempertahankan respons pertahanan terhadap infeksi. Oleh karena itu, menjaga waktu dan kualitas tidur merupakan bagian penting dari pola hidup sehat. Untuk orang dewasa usia 18–60 tahun, sangat dianjurkan untuk tidur setiap malam dengan durasi normalnya selama 7 jam. Kebutuhan tidur dapat berbeda berdasarkan kelompok usia. Jangan biarkan kebiasaan begadang sampai anda abaikan kesehatan ya.. Mulailah memperbaiki pola tidur dan dengarkan tanda-tanda yang diberikan tubuh. Apabila gangguan tidur terus muncul dan mulai mengganggu kualitas hidup, segera konsultasikan kondisi anda dengan dokter di RS Sentosa untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai. dr. Mellia Ambarningrum, SpS, dr. Abraham Daryl Rustandar, Sp.N, dan dr. Ryan Tantri Ardo, Sp.N siap memberikan layanan dokter spesialis yang dapat membantu menangani keluhan terkait kesehatan saraf. Salam Sehat, Sahabat Sentosa.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tinggalkan Komentar
Informasi Terkait

Fitur sidebar lanjutan akan ditambahkan di sini.